Zawjati, Jannati

"Dia, mungkin menjadi kegembiraan anda di pagi hari, dan menjadi penderitaan anda di sore hari. Dia, mungkin menjadi peredam keraguan anda di siang hari dan menjadi hantu yang menakutkan di tengah malam. Dia, mungkin menjadi pendorong bagi kerja keras anda di awal tahun, dan menjadi pematah semangat anda di akhir bulan. Dia, mungkin yang memaksa anda untuk berhemat, dan yang kemudian membelanjakan uang yang anda hemat. Dia istri anda, bisa menjadi seratus hal yang bertentangan dalam rentang satu hari. Tetapi kasihilah dia sepenuhnya, karena kebahagiaan dalam kebersamaan dengannya, tetap lebih besar dari kesedihan yang mungkin disebabkannya."'<MTSC>

Muhammad saw bergegas turun dari bukit dengan muka gelisah. Badannya menggigil, wajahnya pucat. Dia saw, butuh orang untuk menenangkannya. Bukan ke rumah pamannya yang biasa melindungi.

Bukan ke rumah sahabatnya yang biasa mendampinginya. Tetapi ke rumahnya sendiri. Disana ada seorang yang ketegarannya sekuat gunung namun kelembutannya sehalus sutera. Dialah Khadijah ra. Betul, Muhammad saw lebih memilih istrinya dibanding paman dan sahabat-sahabatnya untuk menenangkan dirinya. Dan Khadijah ra begitu mengerti keadaan suaminya, sembari menyelimuti dengan selimut hangat, ia tidak memberondongi suaminya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah pasti ia sangat penasaran. Ia biarkan suaminya tenang hingga siap menceritakan. Dan ia sama sekali tidak meragukan apa yang diceritakan suaminya, walaupun mungkin bertentangan dengan logika pikirannya. Ia percaya penuh kepada suaminya.

Dia adalah alasan bagi keberhasilanku. Alasan mengapa aku selamat dari hidup sampai saat ini. Dia yang mengembalikanku dari kelemahanku. Yang menjadi tempatku untuk bebas mengeluh seperti bayi. Yang tidak melihat aku sombong, saat aku memamerkan keberhasilanku. Aku akan terima tawa cerianya dan air matanya sebagai souvenir bagiku. Di mana dia berada, di sanalah aku. Dialah arti dari hidupku.
Zawjatii.. Jannatii

No comments

Powered by Blogger.