Waspada Misionaris

Beberapa hari lalu, rumah saya didatangi seorang ibu. Karena siang hari dan hari kerja, di rumah cuma ada istri yang kebetulan sedang cuti melahirkan. Lalu istri keluar menghampiri ibu yang bilang "permisi" itu ketika datang.
Ketika ditanya ada keperluan apa, ibu tersebut bilang ingin membagikan Al Kitab. Disini saya tidak bilang Al Kitab dari suatu agama tertentu. Tapi yang jelas dari agama selain Islam. Istri saya sempat heran, karena seharusnya ibu itu tahu bahwa istri saya muslim, karena memakai jilbab. Lalu istri saya bilang bahwa dia adalah muslim.
Tanpa diduga ibu itu malah menjawab, "ga papa koq, Tuhan kita kan sebenernya sama. jadi ga papa bisa saling mengenal agama lain". Sambil memberikan Al Kitab kepada istri lalu pergi.
Sungguh mengherankan dan sungguh berani.
Ibu itu telah melewati batas toleransi beragama karena telah mencoba untuk "memaksakan" mengenalkan agamanya kepada orang yang jelas-jelas sudah punya agama lain dengan cara yang "halus".
Apa mungkin jika tujuannya cuma untuk mengenalkan agamanya?
Jika memang untuk mengenal agamanya, kita tidak butuh untuk diantar Al Kitab dari rumah ke rumah.


Lantas, kalau akhirnya menjadi kenal agamanya, apa cukup sampai di situ?
"Tak kenal maka tak sayang", mungkin itu prinsip yang dicoba dipakai oleh ibu tadi.
Kedua, ibu itu telah membuat resah warga sekitar yang kebetulan rumah saya berada di dalam lingkungan kompleks yang mayoritas muslim. Apalagi ini bulan ramadhan.
Esoknya sehabis shubuh, Ketua RW dengan sigap mengumumkan agar para warga waspada dengan kejadian itu. Dan segera melaporkan kepada Ketua RW jika masih terjadi.
Siapapun mereka (tidak mungkin cuma ibu itu seorang), mereka dengan berani menjalankan misinya dengan terang-terangan, di tengah kota pula, di kompleks yang mayoritas muslim.
Jika saudara-saudari muslimku bertemu dengan kejadian yang sama, jangan ragu untuk melaporkan yang berwajib, dengan alasan meresahkan lingkungan.
Wallahu 'alam
Astagfirullah wa Naudzubillah.

No comments

Powered by Blogger.