Ternyata Kita Membantu Israel

Siapa orang Islam yang tidak benci dengan Zionis Israel (ZI)? Mungkin tidak ada.

Tapi jika ditanya siapa orang Islam yang pernah membantu Zionis Israel (ZI)? Mungkin KITA adalah jawabnya.

Kenapa? Tanpa kita sadari suatu waktu, pernah, jarang, sering atau setiap saat kita menyisipkan uang kita untuk membantu ZI memerangi saudara-saudara kita kaum muslimin Palestina.

Kok bisa? Ya tentu saja, karena kita masih saja membeli produk-produk atau ke tempat belanja yang JELAS-JELAS keuntungannya sebagian disisihkan untuk membantu perjuangan ZI mengusir, membantai, dan menguasai Palestina.


Mungkin saja uang kita ada di dalam tubuh saudara-saudara kita di Palestina dalam bentuk peluru-peluru tentara Israel. Mungkin saja uang kita ada di rumah saudara-saudara kita di Palestina dalam bentuk bom tentara Israel.

Pernahkan kita berfikir tentang itu?

Para ulama Hamas, Al Ikhwanul Muslimin dan berbagai organisasi perjuangan Muslimin di Timur Tengah telah menyerukan boikot terhadap produk-produk yang mendukung negara Zionis Israel. Syeikh Yusuf Qardhawi telah mengeluarkan fatwa yang sangat rinci mengenai seruan ini. Qardhawi mengatakan, haram hukumnya ummat Islam membeli produk dan barang dagangan Yahudi dan Amerika, dan menganggapnya itu sebagai salah satu DOSA BESAR. Dia menambahkan, bahwa jihad sekarang ini hukum fardhu `ain (WAJIB) karena Yahudi menghalalkan segala apa yang diharamkan dan tidak mengindahkan norma-norma moral dan nilai-nilai kemanusiaan serta hukuman internasional.


Berikut ini adalah daftar produk-produk Zionis Yahudi yang telah kami dapat dari NRNTA Project Indonesia dan INMINDS INTERNATIONAL :
COCA-COLA, FANTA, FRESH TEA, SUNKIST, SPRITE, NOKIA, MOTOROLA, SIEMENS, BENQ, JHONSON & JHONSON, WALT DISNEY, CARREFOUR, NESTLE, DANCOW, NIDO, MILO, KOKO CRUNCH, TOYS R US, DANONE, NABISCO, MCDONALDS, KENTUCKY FRIED CHICKEN, A&W, SARA LEE, INDOSAT, MENTARI, MATRIX, IM3, IM2, STAR TV, DEWA 19, AQUA, KIWI, ICQ, CBN, CBS, HBO, DPO, EXXON, SONY SDDS, SANEX, AMEX (AMERICAN EXPRESS), BOEING, DAIMLER, CHRYSLER, MERCEDES, VOLKSWAGEN, JAGUAR, DODGE, ALFA ROMEO, GM FORD, CADILLAC, BURGER KING, ARBYS, DOLE, DAYS INN, MALBORO, MERIT, BENSON, L&M, HYATT, MARRIOT, SHERATON, STARBUCKS, MARKS & SPENCER, P&G (PROCTOR & GAMBLE), SUAVE, BRAUMS, WESTELL, AOL (AMERICAN ONLINE), INTEL, MICROSOFT, APPLE COMPUTER, VIACOM, CREATIVE, SOUND BLASTER, HP (HEWLET PACKARD), TORCHE, AMERITRADE, ALCOA, BISSEL, SNAKE ORDERTRUST, AMBI PUR, LEGGS, HOLLYWOOD, PARAMOUNT PICTURE, COLUMBIA PICTURE, STARTREK, LUCIFER, SATURN, WALMART, AT&T, CABLE & WIRELESS, TEXACO, SHELL, LUCENT, VAULT, LOVABLE, WONDERBRA, GOSSARD, PICKWICK, OUTER BANKS, DIM, NUR DIE, HANES, PILAO, PLANTEX, MAISON CAFE, SUPENOR, DONWE EGBENS, CHAMPIONS, CLINIQUE, MAXWELL, PYRAMID, AON, BBB COMPANY, PITTWAY, HUGO BOSS, LEVI’S, WRANGLER, HARLEY DAVIDSON, ARIEL, DANZIGER, BALI, CITGO, CHEVRON, UNOCALL, ARAMIS, ESTEE LAUDER, L’OREAL, KIMBERLEY-CLARKE, KLEENEX, ANDREX, KOTEX, HUGGIES, PAMPERS, DELCO, ORIGINS, TOMMY HILFINGER, DKNY, COMET, REVLON, DE BEERS, CRAIN’S, CLAREMONT, CHICAGO BULLS, ARSENAL FC, BANK OF AMERICA, PBB/UNITED NATIONS, ROTHSCHILD, US DOLLAR, ILLUMINATI, OPUS SUPREMUS, LIONS CLUB, ROTARY CLUB, FREEMASONRY, FREEMANTLE MEDIA, BLUE MASONRY, KOMUNISME, HEDONISME, SEKULARISME, KAPITALISME, LIBERALISME, SOSIALISME, DAN SEMUA PRODUK YANG MEMILIKI BARCODE BERAWALAN ANGKA 729 (BARCODE ZIONIS ISRAEL)

Sebagian dari kita beranggapan jika kita memboikot produk Israel dan Amerika akan membuat saudara-saudara kita yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang diboikot akan kehilangan pekerjaan. Padahal kita sadar bahwa yang memberi rezeki itu adalah Allah SWT, bukan perusahaan. Dan kita yakin akan janji Allah SWT seperti dalam Qs 47:7 "Wahai orang-orang beriman jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."

Sebagian dari kita merasa kalaupun jika kita boikot produk-produk Israel dan Amerika, tidak akan berpengaruh banyak terhadap perjuangan Palestina. Anggapan ini salah besar karena dengan jumlah umat Islam se-Indonesia, maka pemboikotan merupakan pukulan telak bagi ZI dan Amerika. Kalaupun hanya sebagian kecil umat Islam di Indonesia yang melakukan pemboikotan, setidaknya kita telah terhindar dari menyalurkan uang kita ke sesuatu yang haram.

Sebagai pembangkit semangat, ketika Syeikh Yusuf Qardhawi mengeluarkan fatwa boikot pembelian produk-produk Zionis-Israel dan juga negara-negara pendukungnya seperti AS, banyak kalangan yang peduli terhadap ajakan itu mempertanyakan dan mencari tahu produk-produk apa saja yang masuk dalam daftar boikot dunia Islam.
Sebuah yayasan Muslim London membuat daftar produk tersebut dengan cukup lengkap, bahkan dilampiri dengan bukti-bukti shahih bahwa produsen produk tersebut jelas-jelas membantu keberadaan Zionis-Israel lewat berbagai cara, antara lain menggelontorkan sebagian besar keuntungannya ke rezim Zionis-Israel. Daftar produk tersebut dimuat dalam situs www.inminds.co.uk dan menjadi situs paling komprehensif tentang gerakan boikot produk Zionis Israel maupun Zionis Amerika dan Zionis Inggris. Situs ini menjadi rujukan bagi penggiat kemanusiaan dunia.
Hanya saja, walau telah mencantumkan banyak sekali daftar produk AS, Inggris, dan Israel sendiri, namun khusus untuk produk Israel, situs ini tidak memaparkan secara lengkap. Sebab itu, ketika dunia tahu bahwa produk-produk seperti McDonald’s, Starbucks, dan sebagainya telah membantu eksistensi Zionis-Israel, namun untuk produk-produk dari Israel sendiri kurang tersosialisasi dengan baik.

Bagi yang ingin mengetahui apa saja produk-produk Israel, salah satunya bisa dilihat di dalam situs www.judaicawebstore.com yang menjual banyak sekali produk Israel lengkap dengan foto produk, harga, dan sebagainya. Produk yang dijajakan bisa dibilang lengkap dari kosmetik, perhiasan dan batu mulia, barang-barang religi, buku-buku, software, keramik, CD musik dan video, busana, makanan dan minuman, bahkan minuman keras serta pernik-pernik Kabbalah. Seperti halnya toko online di seluruh dunia, Judaica Web Store yang dibuat situsnya pada tahun 1999 pun menjual produk-produknya lewat internet. Situs ini pada 13 September 2006 lalu mendapat penghargaan The Web Award Competition dari Google Israel and The Israeli Export and International Cooperation Institute.

Sementara kalangan di Inggris yang menyatakan boikot terhadap Israel makin meluas.
Setelah kalangan akademisi, persatuan pekerja transportasi dan pekerja di Inggris (British Transport and General Workers' Union-TGWU) memutuskan untuk memboikot semua produk buatan Israel, sebagai protes atas tindakan-tindakan militer Israel yang di lakukan di wilayah pendudukan Palestina.


"Kami mengirimkan pesan pada negara Israel, bahwa kami mendukung boikot produk-produk Israel dan barang-barang buatan Israel, " kata Barry Camfield, asisten sekretaris jenderal TGWU Minggu (8/7) malam seperti dikutip AFP.
Pernyataan boikot itu disetujui oleh hampir 3/4 dari total 350 delegasi yang hadir dalam konferensi tahunan TGWU pekan kemarin. Sayangnya, pernyataan boikot mereka tidak banyak dipublikasikan oleh media massa di dalam maupun di luar Israel.
TGWU merupakan salah satu persatuan pekerja terbesar di Inggris dengan anggota sekitar 8 ribu orang dari seluruh Inggris. Camfield mengatakan, aksi boikot itu mereka lakukan, mencontoh keberhasilan aksi boikot ekonomi yang pernah dilakukan terhadap Afrika Selatan, untuk menekan negara itu agar segera menghapus kebijakan apartheidnya.
"Sekarang, kami melakukan boikot untuk membebaskan rakyat Palestina dari penderitaan mereka akibat mesin-mesin militer negara Israel, " tukas Camfield.
Aksi boikot yang dilakukan TGWU, menambah daftar panjang organisasi-organisa si masyarakat Inggris yang menyatakan boikot terhadap Israel. Sebulan sebelumnya, organisasi persatuan perdagangan Inggris UNISON juga mengumumkan aksi boikot mereka terhadap produk-produk buatan Israel.
Bulan Juni kemarin, para profesor dan akademisi Inggris yang tergabung dalam University College Union (UCU) juga melakukan gerakan serupa. Pada bulan April, Britain's National Union of Journalist melakukan voting untuk memutuskan boikot terhadap produk Israel, begitu juga dengan sekitar 100 dokter di Inggris yang menyerukan boikot terhadap organisasi Israeli Medical Association.
Pada tanggal 28 Mei 2006, organisasi Britain's Architecs and Planners for Justice in Palestina (APJP) mengecam rekan-rekan mereka di Israel yang ikut serta dalam proyek pembangunan di wilayah pendudukan Israel di Palestina.
Mantan Presiden AS Jimmy Carter yang memenangkan hadiah Nobel Perdamaian tahun 2002, termasuk yang ikut mengecam perilaku Israel terhadap rakyat Palestina. Dalam bukunya berjudul "Palestine: Peace Not Apartheid", Carter mengecam keras tembok pemisah yang dibangun Israel di Tepi Barat. Kecaman Carter sempat membuat marah pemerintah Israel dan kelompok lobi Israel di AS.
Kemarahan juga ditunjukkan oleh federasi buruh di Israel Histadrut, atas keputusan boikot yang diumumkan oleh TGWU. Mereka mengancam akan memutus hubungan dengan organisasi atau kelompok di Inggris yang mendukung boikot terhadap Israel.


Fatwa boikot produk Israel dan AS yang diserukan Yusuf Qardhawy juga disambut gegap-gempita oleh aktivis kemanusiaan dunia dari Eropa hingga Asia
Setelah Denmark, Perancis, Inggris, maka Swedia dan lainnya juga merespon dengan sangat antusias. Inilah di antaranya:

Respon di Swedia
Anna Lind, Menteri Luar Negeri Swedia, menegaskan dirinya akan turut menyukseskan kampanye boikot produk Israel. Ini dikutip oleh semua media terbitan Swedia tanggal 20 April 2002. “Saya akan memboikot produk-produk Israel yang banyak dijajakan di sejumlah supermarket negeri ini, khususnya buah-buahan seperti jeruk dan alpukat, ” ujar Lind.
Saat berbicara dalam sebuah tayangan televisi Swedia (19 April 2002), Anna Lind menyatakan, “Jika pun saya tidak mampu untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah Swedia untuk bersatu dalam barisan kampanye boikot produk Israel, saya pribadi akan tetap melakukan aksi ini. ” Tindakannya ini, ujar Lind, dilakukan sebagai bentuk protes dan kecaman terhadap kebiadaban tentara Zionis-Israel terhadap warga Palestina.
Lind merupakan salah satu aktivis dari Partai Sosial Demokrat yang secara resmi memang bersimpati pada perjuangan bangsa Palestina dalam merebut kemerdekaannya dari penjajahan Zionis-Israel. Menteri Luar Negeri yang baru, Stein Anderson, juga berasal dari partai yang sama dengan Lind dan secara pribadi juga bersahabat akrab dengan Presiden Palestina Yasser Arafat.
Menteri Kerjasama Internasional Palestina, Nabil Shaat, ketika berkunjung ke Ibukota Swedia, Stockholm, bertemu dengan PM Goeran Persson. Pemerintah Swedia, ujar Persson, akan memberikan bantuan uang kepada Palestina sebesar 350 Swedish Corona atau mendekati 35 juta dollar AS untuk membangun kembali kamp pengungsian di Jenin dan wilayah sekitarnya yang luluh-lantak akibat kekejaman tentara Zionis yang melancarkan aksi pembantaian di Jenin.
Shaat juga bertemu dengan Lind yang menyatakan kaget dengan apa yang menimpa warga Palestina. Lind dalam kesempatan itu berjanji akan membantu bangsa Palestina dengan sekuat tenaga. Shaat sangat terharu atas perhatian pemerintah Swedia yang menunjukkan empati demikian tinggi terhadap nasib bangsa Palestina. Di kantor-kantor pemerintah, dari pegawai rendahan hingga pejabat tingginya banyak yang memakai pin bertuliskan “Boikot Israel”.
Setelah terjadinya pembantaian warga Palestina di Jenin, segenap masyarakat Swedia turun ke jalan-jalan melakukan unjuk rasa mengecam ulah biadab tentara Zionis pimpinan Ariel Sharon waktu itu. Dalam aksinya, mereka mengusung pamflet dan spanduk panjang yang berisi kecaman terhadap Sharon dan menyebutnya sebagai pembunuh berdarah dingin. Ada pula yang menulisi spanduknya dengan kalimat “Bush is a killer” atau “Zionism is Fascism”.
Beberapa kelompok Yahudi di Swedia juga menggelar aksi tandingan. Di sejumlah tempat, bentrokkan tak terelakkan yang berakhir dengan kedatangan polisi yang menyemprotkan gas air mata untuk melerai kedua kelompok tersebut.
Di kota Obsala, peserta aksi unjuk rasa mengenakan pakaian hitam-hitam, menutup mulutnya, sambil membawa lilin dalam satu acara di malam hari. Mayoritas warga Swedia dengan tegas menyatakan berdiri di samping Palestina. Kian hari kian banyak warga Swedia yang bergabung dalam kampanye boikot produk Israel. Bahkan masalah Palestina menjadi salah satu agenda utama pembahasan di dalam pemilihan umum parlemen di bulan September 2002.

Di Rusia
Liga Muslim Rusia juga tidak ketinggalan ikut serta dalam menyukseskan kampanye boikot produk Israel dan Amerika. Mereka men-sweeping pasar-pasar dan sejumlah supermarket di Rusia. Aneka selebaran dan poster berisi seruan boikot ditempelkan di sejumlah tempat keramaian. Ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kekejaman tentara Zionis yang terus-menerus melakukan pembantaian terhadap bangsa Palestina.
Pada tanggal 2-4 Mei 2002, di timur Rusia diselenggarakan konferensi Liga Muslim Rusia mengambil tema “Muslim Rusia dan Isu-Isu Kontemporer”. Sheikh Nafiullah Ashirov, pimpinan Liga Muslim Rusia, menyerukan agar Muslim Rusia wajib memboikot produk Israel dan Amerika. “Membeli produk Israel dan Amerika berarti Anda telah membantu mereka membunuhi bangsa Palestina!” tegas Ashirov seperti termuat dalam situs www.Islam. Ru.
Ashirov juga menyebut aksi boikot sebagai jihad kecil melawan Israel bagi siapa pun yang belum diberi kesempatan untuk melakukan jihad besar melawan Israel di tanah Palestina. Ashirov juga menuding Amerika sebagai negara yang dengan nyata membantu Israel dan juga secara langsung memerangi umat Islam dunia.
Mufti Republik Tataristan, Othman Isaacov, dengan penuh empati menyatakan sikapnya, “Hati kami berada di Palestina, dan jiwa kami ada di Afghanistan. Kami menyerukan kepada saudara-saudaraku seiman di seluruh dunia untuk mengambil bagian dalam peperangan abadi melawan musuh-musuh Allah ini. Salah satu jalan terbaik untuk menolong saudara-saudara kita di Palestian dan Afghan adalah dengan jalan memboikot produk-produk mereka. ”
Harian Islam Rusia, Al-Fikr, memuat sejumlah produk AS dan Israel yang diserukan untuk diboikot, antara lain produk Coca-Cola, Pepsi-Cola, Heinz, New Alex, Rodina, California Gardens, dan sebagainya.
Kampanye boikot produk Israel dan AS yang bergema di seluruh dunia ditanggapi Israel dengan sikap reaktif. Asosiasi Manufaktur Israel menyatakan kekecewaannya atas kampanya boikot yang diserukan oleh Eropa. Akibat seruan boikot ini, banyak rekanan Israel di Eropa yang membatalkan pembelian dan perjanjian bisnisnya.
Asosiasi ini juga mendesak pemerintahnya untuk sesegera mungkin memberikan bantuan dan menjamin kelancaran ekspor produk-produk Israel ke luar negeri agar permintaan bisa kembali lancar. Ini dilakukan karena di sejumlah negara Eropa, produk-produk Israel tertahan di bandara atau pelabuhan karena serikat buruh setempat menolak untuk mengangkut atau memproses barang-barang negeri Zionis tersebut. Walau tidak disebutkan dengan jelas, diduga kuat, kerugian yang dialami perusahaan Israel sangatlah besar.
Israel Kolaps
Dalam waktu tidak lebih dari dua tahun, jumlah turis ke Israel turun lebih dari 90 persen, tingkat hunian hotel-hotel di Israel turun drastis hingga 47 persen (Jerusalem Post, Haim Shapiro, “Israel Hotel visits drop 47% in first half”, 24 Juli 2002).
Perusahaan maspakai penerbangan Israel, El Al, mengurangi jumlah penerbangan ke Eropa dan Amerika hingga 10-30 persen (Data dari CEO El-Al-Yitzchak Amitai dalam. Www.Globes. Co.il, “El Al-Cuts Flights to Europe & US”, 5 Mei 2002).
Israel Military Industries, mem-PHK 1. 000 pekerjanya, menutup 5 unit pabrik senjatanya, menggabungkan unit-unit usaha sebagai langkah efisiensi, dan merencanakan privatisasi (Data dari CEO IMI, Arieh Mizrahi, dalam rapat resmi dengan Federasi Pekerja Histadrust yang dipimpin oleh MK Amir Peretz, seperti dikutip dari Harian Ha’aretz, by Haim Bior, “Israel Military Industries set to fire 1000 workers and close factories”, 11/8/ 2002).
IMI mengalami defisit keuangan sekitar 30-40 juta dollar AS di tahun 2002. Venture Capital Funds (VCs) yang menanamkan investasi di Israel antara tahun 1999 hingga 2001 telah kehilangan hingga 5 miliar dollar AS dari keseluruhan investasi sebesar 6, 5 miliar dollar AS (Ha'aretz, by Oded Hermoni, “Investors lose $5 billion on Israeli startups”, 5 Agustus 2002).
Yoram Tietz dari Ernst & Young Israel (Kost, Forer & Gabbay): “Dua miliar dollar AS hilang akibat penutupan sejumlah perusahaan, tiga miliar dollar AS hilang akibat terdepresi oleh situasi perekonomian dan politik di Israel yang menunjukkan grafik yang kurang menguntungkan. ”
Dalam kuartal kedua 2002, laba perusahaan-perusaha an hi-tech di Israel dari sisi investasi dan kerjasama proyek turun 43 persen atau 291 juta dollar AS dibanding pendapatan dalam kuartal yang sama di tahun 2001 (Data Israel Venture Capital, dari The Jerusalem Post, by Mati Wagner, “Venture Capital Investments in Israel down 43% in Q2”, 24/7/ 2002).
Dana Dari Amerika
Mengetahui Zionis-Israel sekarat, Zionis Amerika lekas-lekas menolong. Paul Wolfowitz menggelar acara penggalangan dana besar-besaran untuk Israel bertajuk “Stand with Israel”. Dana miliaran dollar AS mengalir deras ke Israel dalam tempo singkat. Perusahaan-perusaha an AS bergotong royong dengan pemerintahan Bush menggelontorkan dana miliaran dollar ke negeri Zionis tersebut. Israel tidak jadi tewas. Amerika menjadi dewa penolongnya.
Sekarang, masihkah kita mau menyalurkan uang kita ke perusahaan-perusaha an pro Zionis? Masihkah kita sudi membelanjakan uang kita ke mereka? Jika Yahudi Neturei Karta saja memboikot produk AS dan Israel, maka jika kita masih saja berbelanja produk AS dan Israel, maka sesungguhnya kita lebih buruk dari pada Yahudi. Bukan saja Yahudi terlaknat, tapi bisa jadi, kita pun terlaknat.

Jika di negara-negara non muslim saja, begitu besar perhatian masyarakatnya terhadap nasib rakyat Palestina, bagaimana dengan kita, umat Islam di Indonesia?

(dari berbagai sumber)

No comments

Powered by Blogger.