Sering Lupa Status

Sebagai pribadi, kita mempunyai status di dalam hidup kita. Bahkan status yang tersemat di diri kita tidak hanya satu. Dua, tiga atau lebih dari itu. Status ini bisa terus bertambah selama kita hidup. Tapi yang sering kita lakukan adalah kita lupa akan status yang kita sandang.

Sebagai anak kita sering lupa akan status itu. Membantah orang tua, menyela, menyakiti, semua kita lakukan karena kita lupa status kita sebagai anak. Sebagai orang tua, kita melupakan status itu sehingga mengabaikan pendidikan anak, baik pendidikan keilmuan maupun ahlak.

Sebagai suami kita lupa untuk menjadi teladan, contoh, bagi istri. Mengabaikan hak-hak istri, tidak bersikap lemah lembut, kurang memberi perhatian. Mengharap sesuatu kepada istri yang seharusnya ia sendiri melakukan. Tidak berani meminta maaf dan mengakui kesalahan.


Sebagai istri kita lupa bahwa bagaimanapun jeleknya suami, masih harus dihormati. Menjaga kata-kata walaupun ia sedang kesal, menjadi pendengar yang baik walau ia sendiri sedang lelah atau sibuk.

Sebagai mahluk Tuhan, kita lupa bahwa seharusnya hidup ini hanya untuk beribadah kepada-Nya.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita yang sebenarnya tidak kita inginkan tapi masih saja kita lakukan.

No comments

Powered by Blogger.