Jika Terjadi Pada Kita
Duhai sahabat-sahabat yang dimuliakan Allah,
Sesungguhnya ujian yang diberikan Allah adalah sesuai kemampuan hamba-Nya. (Qs 23:62).
Saudara kita Tri Handayani dari Semarang sedang diberi ujian oleh Allah yang buah hatinya Jibril Cesar Romadhon yang berusia 5 bulan terkena penyakit Hydrochepalus. Masya Allah, bagaimana jika kita yang diberi ujian yang serupa? Bagaimana jika itu anak kita? Sanggupkah kita? Apa yang kita lakukan? Cukup tegarkah kita menghadapinya?
Sahabat kita ini mempunyai kesabaran, ketabahan, dan kekuatan luar biasa untuk menghadapi ujian tersebut. Allah tahu bahwa ia sanggup menghadapi ujian itu, maka diberikan-Nya ujian tersebut padanya. Allah tahu bahwa ia tidak sendirian, ia punya kita sebagai saudaranya untuk membantunya melewati ujian tersebut. Untuk meringankan bebannya.
Duhai sahabat-sahabat yang disayangi Allah,
Tak ada seorang pun yang cukup tega untuk melihat keadaan saudara kita itu. Tak ada seorang pun yang punya hati sekeras batu untuk tidak bergetar hatinya. Tak ada seorang pun yang terlalu angkuh untuk tidak menoleh kepadanya. Tak ada seorang pun yang cukup malu untuk tidak meneteskan air mata. Namun, hanya sebatas itukah kita berbuat untuk menolongnya? Hanya, sekedar simpatikah yang kita sampaikan padanya?
Duhai sahabat-sahabat yang diberi kemudahan oleh Allah,
Mari kita bantu saudara kita itu dengan kemampuan yang kita miliki. Kemampuan yang telah diberikan Allah kepada kita. Setidaknya, dekatkan diri kita kepadanya sembari membungkuk dan berkata dengan lembut ”Engkau tidak sendiri, saudaraku. Aku siap membantumu.”
Anakku,
Ibu tak tahu bagaimana rasa sakitmu
Tapi ibu bisa merasakan penderitaanmu
Di saat teman-teman sebayamu mulai belajar mengenali dunia,
Sementara kau belajar mengenali penderitaan
Di saat anak-anak yang lain merasakan luasnya dunia,
Kau malah merasakan sempitnya hidup
Di saat mereka memuaskan diri dengan menatap segala hal
Kau malah ingin menutup matamu untuk sekedar berharap rasa sakit itu akan hilang
Anakku,
Ujian ini sebenarnya bukan untukmu
Karena bagaimana mungkin kau mengetahui bahwa ini adalah cobaan?
Bagaimana mungkin kau belajar untuk bersabar?
Di umur yang belum matang yang bahkan belum tahu namamu sendiri
Cobaan ini untuk ibu dan orang-orang yang tahu akan keadaanmu
Apakah ibu mampu bersabar sekaligus bersyukur atas keadaan kita?
Apakah mereka mampu bersyukur sekaligus bersabar karena keadaan kita?
Tapi ibu tahu,
Ujian ini ada karena untuk memuliakan kita
Cobaan ini datang untuk menaikkan derajat kita
Karena Allah datang memanggil kita untuk lebih dekat kepadaNya
Anakku,
Jika saja ibu bisa merenggut penyakitmu keluar dari dirimu
Niscaya ibu rela memasukkannya ke dalam diriku
Mungkin ini akibat dari dosa yang pernah ibu perbuat
Maafkan ibu, anakku
Jika engkau yang menanggung akibatnya
Maafkan ibu, anakku
Jika ibu belum bisa membahagiakanmu
Hanya satu yang bisa ibu janjikan,
Ibu tidak akan pernah meninggalkanmu
Selama ibu masih hidup
Anakku,
Ibu tahu dan yakin bahwa kita sanggup menghadapi ini
Karena Allah yang berkata begitu
Dan ibu bersyukur kepadanya
Karena di balik kesulitan, Ia mengirimkan “malaikat-malaikat” penolong
Untuk menolong kita
Membantu kesusahan kita
Berdoa untuk kita
Menangis bersama kita
Dan sekedar mengirimkan pandangan simpati kepada kita
Terima kasih saudara-saudaraku
Cukuplah Allah yang mengganti pengorbananmu
Dan semoga Allah menjadikan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sabar
(Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (Al Baqarah:286)
Informasi lengkap hubungi DPU DT Jakarta: 0217235255.
Sesungguhnya ujian yang diberikan Allah adalah sesuai kemampuan hamba-Nya. (Qs 23:62).
Saudara kita Tri Handayani dari Semarang sedang diberi ujian oleh Allah yang buah hatinya Jibril Cesar Romadhon yang berusia 5 bulan terkena penyakit Hydrochepalus. Masya Allah, bagaimana jika kita yang diberi ujian yang serupa? Bagaimana jika itu anak kita? Sanggupkah kita? Apa yang kita lakukan? Cukup tegarkah kita menghadapinya?
Sahabat kita ini mempunyai kesabaran, ketabahan, dan kekuatan luar biasa untuk menghadapi ujian tersebut. Allah tahu bahwa ia sanggup menghadapi ujian itu, maka diberikan-Nya ujian tersebut padanya. Allah tahu bahwa ia tidak sendirian, ia punya kita sebagai saudaranya untuk membantunya melewati ujian tersebut. Untuk meringankan bebannya.
Duhai sahabat-sahabat yang disayangi Allah,
Tak ada seorang pun yang cukup tega untuk melihat keadaan saudara kita itu. Tak ada seorang pun yang punya hati sekeras batu untuk tidak bergetar hatinya. Tak ada seorang pun yang terlalu angkuh untuk tidak menoleh kepadanya. Tak ada seorang pun yang cukup malu untuk tidak meneteskan air mata. Namun, hanya sebatas itukah kita berbuat untuk menolongnya? Hanya, sekedar simpatikah yang kita sampaikan padanya?
Duhai sahabat-sahabat yang diberi kemudahan oleh Allah,
Mari kita bantu saudara kita itu dengan kemampuan yang kita miliki. Kemampuan yang telah diberikan Allah kepada kita. Setidaknya, dekatkan diri kita kepadanya sembari membungkuk dan berkata dengan lembut ”Engkau tidak sendiri, saudaraku. Aku siap membantumu.”
Anakku,
Ibu tak tahu bagaimana rasa sakitmu
Tapi ibu bisa merasakan penderitaanmu
Di saat teman-teman sebayamu mulai belajar mengenali dunia,
Sementara kau belajar mengenali penderitaan
Di saat anak-anak yang lain merasakan luasnya dunia,
Kau malah merasakan sempitnya hidup
Di saat mereka memuaskan diri dengan menatap segala hal
Kau malah ingin menutup matamu untuk sekedar berharap rasa sakit itu akan hilang
Anakku,
Ujian ini sebenarnya bukan untukmu
Karena bagaimana mungkin kau mengetahui bahwa ini adalah cobaan?
Bagaimana mungkin kau belajar untuk bersabar?
Di umur yang belum matang yang bahkan belum tahu namamu sendiri
Cobaan ini untuk ibu dan orang-orang yang tahu akan keadaanmu
Apakah ibu mampu bersabar sekaligus bersyukur atas keadaan kita?
Apakah mereka mampu bersyukur sekaligus bersabar karena keadaan kita?
Tapi ibu tahu,
Ujian ini ada karena untuk memuliakan kita
Cobaan ini datang untuk menaikkan derajat kita
Karena Allah datang memanggil kita untuk lebih dekat kepadaNya
Anakku,
Jika saja ibu bisa merenggut penyakitmu keluar dari dirimu
Niscaya ibu rela memasukkannya ke dalam diriku
Mungkin ini akibat dari dosa yang pernah ibu perbuat
Maafkan ibu, anakku
Jika engkau yang menanggung akibatnya
Maafkan ibu, anakku
Jika ibu belum bisa membahagiakanmu
Hanya satu yang bisa ibu janjikan,
Ibu tidak akan pernah meninggalkanmu
Selama ibu masih hidup
Anakku,
Ibu tahu dan yakin bahwa kita sanggup menghadapi ini
Karena Allah yang berkata begitu
Dan ibu bersyukur kepadanya
Karena di balik kesulitan, Ia mengirimkan “malaikat-malaikat” penolong
Untuk menolong kita
Membantu kesusahan kita
Berdoa untuk kita
Menangis bersama kita
Dan sekedar mengirimkan pandangan simpati kepada kita
Terima kasih saudara-saudaraku
Cukuplah Allah yang mengganti pengorbananmu
Dan semoga Allah menjadikan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sabar
(Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (Al Baqarah:286)
Informasi lengkap hubungi DPU DT Jakarta: 0217235255.
Leave a Comment