Gampangnya Jadi Orang Biasa

Sebuah kalimat yang didengar dari seorang guru, agak mengernyitkan kening ini untuk memaksanya berfikir. "Resiko terbesar dalam hidup adalah menjadi orang biasa"

Paradigma untuk hidup mengalir seperti air jadi berubah. Keinginan untuk jadi orang yang biasa saja jadi hilang. Semua karena pandangan yang terbuka dari hasil tafakkur dan pencerahan dari guru yang semoga Allah rahmati.
Dulu, tidak ada keinginan untuk jadi orang hebat, orang terkenal atau orang yang mempunyai kemampuan lebih dari orang-orang pada umumnya. Karena di dalam pikiran ini terpatri bahwa orang-orang hebat itu pasti berat ujiannya, dan belum tentu kita dapat melewati ujian tersebut.

Maka, tujuan hidup ini hanyalah untuk mempunyai rumah yang kecil nan sederhana, sebuah motor untuk mengantar kemana-mana, istri dan sedikit anak. Cukuplah menjadi keluarga kecil bahagia. Hidup di pinggiran kota dengan sedikit orang yang kenal, ibadah cukup tanpa ada yang tahu dan peduli.

Tetapi sebuah kalimat yang didengar dari seorang guru, agak mengernyitkan kening ini untuk memaksanya berfikir. "Resiko terbesar dalam hidup adalah menjadi orang biasa". Kenapa menjadi orang biasa adalah resiko terbesar? Karena untuk menjadi orang biasa tidak perlu untuk berbuat apa-apa. Cukup jalani hidup ini dan bersikap dan bertindak seperlunya saja. Tapi untuk menjadi orang yang hebat, harus berpikir di luar yang biasa, bertindak dengan tidak biasa, untuk mencapai hasil yang luar biasa. Ada inventaris yang luar biasa yang telah ditanamkan Allah dalam diri setiap manusia. Inventaris untuk membangkitkan potensi yang luar biasa, bukan yang biasa.


Maka ketika ditafakuri dalam-dalam, teringatlah bahwa Rasulullah saw, para sahabat, para tabi'in, dan para orang sholih merupakan orang-orang hebat. Contoh-contoh yang begitu banyaknya seakan mewajibkan kita untuk meniru mereka, menjadi orang yang tidak biasa. Jalan yang dilalui orang-orang hebat tidaklah sama dengan orang-orang biasa. Tidak heran diakhir perjalanan mereka pun diperlakukan tidak sama oleh Allah nanti.
Semua terserah kita untuk mengambil jalan yang mana. Kalaupun mau mengambil jalan orang-orang hebat, kita bisa melaluinya sedikit demi sedikit. Untuk menjadi orang hebat bagi sahabat, orang hebat bagi keluarga, orang hebat bagi lingkungan, orang hebat bagi perusahaan, orang hebat bagi negara, atau orang hebat bagi dunia. Dan Allah dengan sabarnya menghitung tiap proses, meter demi meter setiap jalan yang kita lalui untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain (baca:hebat).

No comments

Powered by Blogger.