Anak-anak tak Selamanya Kecil

Waktu kita sangat pendek..
Anak-anak itu tak selamanya kecil. Pada saatnya mereka akan tumbuh dewasa, mandiri, dan berkeluarga.
Jika mereka sudah menikah, tak ada lagi kesempatan untuk bagi kita untuk meniupkan balon, bermain petak umpet, membacakan buku cerita, atau mewarnai bersama.
Betapapun inginnya kita, tak ada lagi waktu yang pantas untuk membuatkan telur ceplok dengan bentuk yang lucu.
Kita juga sudah tidak mungkin lagi menyuapi mereka seraya bercanda dan memuji gambar buatannya yang lebih mirip lidi berserakkan.
Ya, anak-anak itu tak selamanya kecil.
Jika Allah memberi mereka umur yang panjang, sebelum habis kekuatan kita untuk berjalan dengan tegak dan berbicara dengan suara lantang, anak-anak kita yang kemarin merengek meminta perhatian kita itu sekarang mungkin sudah sibuk memenuhi jadwal kegiatannya yang sangat padat.


Anak-anak yang kemarin menahan tangisnya karena kita tak kunjung mau mendampingi mereka untuk menuturkan cerita hari ini, mungkin kita yang harus belajar menahan diri karena sangat ingin mendengar cerita tentang mereka dari lisan mereka sendiri.
Ya, zaman berganti, masa bertukar.
Yang dulu muda, sekarang tua.
Yang dulu anak-anak, sekarang dewasa.
Dan yang dulu terlihat gagah, sekarang mungkin sudah renta tak berdaya.
Sebagian lagi mungkin sudah lama dikuburkan jenazahnya.
Tidak ada lagi kekuatan untuk berbuat, tak ada lagi kemampuannya untuk melakukan perubahan.
Maka apakah yang sudah kita lakukan untuk mengisi ruang jiwa anak kita?
Sungguh, waktu kita sangat pendek.
Anak-anak kita tak selamanya menjadi balita.
Mereka akan tumbuh menjadi kanak-kanak, remaja dan kemudian dewasa.
Hari ini mereka memerlukan kita.
Hari ini mereka amat besar kerinduannya kepada kita.
Di antara mereka mungkin ada yang belum kering airmatanya karena berharap bisa bercanda, tetapi orang tuanya sudah bergegas pergi untuk merebut sebuah kata bernama sukses.
Mereka berlelah-lelah atas nama anaknya, padahal anaknya sedang kelelahan karena menunggu kesempatan untuk bermain bersama orang tuanya.
Mereka ingin berbincang dan bercanda, meski hanya sebentar.
Ya, selagi mereka belum dewasa, belum pula menginjak usia remaja, inilah saat berharga untuk anak kita.
Inilah saatnya kita meluangkan waktu kita untuk menyapa mereka, sebentar saja..
Inilah saatnya bagi kita untuk mengisi ruang jiwa anak-anak kita.
Semoga dengan itu, mereka kelak akan menjadi generasi yang kuat jiwanya, besar semangatnya, kokoh imannya, dan tak putus-putus doanya untuk kita.
Sungguh, tak akan pernah ada waktu menguati jiwa anak-anak kita, kecuali kita sengaja meluangkannya.
Selonggar apapun waktu kita, sama sekali tidak ada artinya jika kita tidak meluangkannya untuk mereka.
Sebaliknya, di saat paling sibuk pun kita akan bisa menyapa mereka jika kita benar-benar mau melakukannya.
Lalu, apakah yang sudah kita lakukan?
Karena anak-anak itu tak selamanya kecil.

*Dikutip dari buku Saat Berharga Untuk Anak Kita - M. Fauzil Adhim

No comments

Powered by Blogger.